Skip to main content Skip to search

News

Tebarkan Energi Positif Setiap Hari

Tebarkan Energi Positif Setiap Hari

Tebarkan Energi Positif Setiap Hari

Tebarkan Energi Positif setiap hari dalam kehidupan Anda. Manusia tidak akan pernah lepas dari serangkaian hukum alam. Ketentuan ini akan mengikat setiap individu, tak peduli apakah ia setuju atau pun tidak, karena hukum alam merupakan ketetapan dari Sang Pencipta bagi alam dan seisinya. Salah satu hukum alam yang mengikat kita adalah Hukum Kekekalan Energi.

Energi itu bersifat kekal. Menurut Einstein, energi tidak bisa dimusnahkan, ia hanya berubah bentuk. Lantas apa sajakah bentuk energi yang relevan dengan kehidupan manusia? Jawabannya adalah SEGALANYA! Energi di sini meliputi semua perbuahan yang kita lakukan, langkah kaki kita, ayunan tangan kita, kata-kata yang kita ucapkan, senyum yang kita bagi, bahkan niat yang terlintas dalam pikiiran kita.

Sejalan dengan konsep hukum karma, Newton dalam Hukum Newton ke-2 menyatakan bahwa Aksi = Reaksi.

Apapun aksi (energi) yang kita lepaskan, akan selalu memberikan reaksi (balasan) yang setimpal. Artinya, semua perbuatan yang pernah kita lakukan, selalu memberikan dampak pada diri kita sendiri, bahkan pada anak cucu kita. Nah, bila kita menginginkan energi (dampak) yang baik dalam kehidupan kita dan anak cucu kita kelak, pertanyaannya adalah, “Energi (perbuatan) seperti apakah yang selayaknya kita lakukan?” Untuk menjawabnya, kita perlu menghubungkan ke-2 hukum alam tadi dengan sebuah hukum alam lainnya, yaitu hukum Keseimbangan.

Hukum Keseimbangan

Hukum Keseimbangan menyatakan bahwa segala sesuatu di alam ini selalu berpasangan. Bila kita mengenal energi positif, tentunya sebagai penyeimbang Tuhan juga menciptakan energi negatif. Keduanya memang akan menciptakan sebuah keseimbangan. Dan Hukum Keseimbanbgan ini selalun bersinergi secara harmonis dengan hukum alam lainnya, termasuk Hukum Kekekalan Energi dan Hukum Aksi-Reaksi diatas. Energi Positif selalu berkumpul dengan energi positif. Karena itu umpan balik berupa energi positif HANYA akan diperoleh bila kita juga selalu menebar energi positif. Artinya, jangan pernah kita mengharapkan keberuntungan, rejeki berlimpah, peningkatan order, peningkatan penjualan, dan sebagainya, bila yang selalu kita kerjakan hanyalah kecurangan, penipuan, kesombongan, kemaksiatan dan sejenisnya. Semua agama selalu menganjurkan untuk menebar energi positif.

Mulai dari ringan tangan (beramal), rajin bekerja, berprasangka baik, membagi kasih, sampai yang paling sederhana, membagi senyum. Sebaliknya, energi negatif sesungguhnya merupakan larangan agama. Mulai dari yang ekstrim seperti mencuri dan menipu, sampai hal-hal yang nampak remeh seperti sombong, membanggakan diri, merendahkan orang lain. Lantas, bagaimana bila dimasa lampau kita banyak terpeleset menebar energi negatif? Ada satu fasilitas dari hukum alam yang telah disediakan oleh Tuhan.

Tebarkan Energi Positif setiap hari dalam kehidupan Anda, mempunyai kekuatan berkali lipat lebih kuat dibanding dengan energi negatif. Seperti kerja gravitasi semesta, apa jadinya bila matahari (pusat tatasurya) ukurannya jauh lebih kecil dari bumi (yang mengitarinya)? Energi positif akan menghapus “jejak” energi negarif yang pernah Anda keluarkan, merubahnya menjadi energi positif pula.

Anda ingin sukses? Ingin bisnis Anda maju? Ingin meningkatkan penjualan? Ingin mendapat tambahan order? Maka mulailah menebar energi positif saat ini juga…! IBCIndonesia.org

 

 

Read more

KENAPA BELAJAR JUALAN ITU PENTING?

Sadarkah Anda. . . 

Jualan adalah salah satu aktivitas terpenting dalam sebuah bisnis. Jika bisnis di ibarat kan tombak, maka jualan adalah ujung tombaknya. Jika penjualannya tajam, bisnisnya bagus. Jika penjualannya tumpul, bisnisnya juga ikut-ikutan tumpul.

Salah seorang Guru Saya yang merupakan salah satu Pengusaha Sukses di Indonesia berpesan . .

Yang membedakan bisnis besar dengan bisnis kecil itu ada di angka penjualannya

Bisnis besar mampu mencetak hasil penjualan yang nilainya fantastis. Membuat kita geleng-geleng berdecak kagum. “Besarnya Suatu Bisnis Dinilai Dari Berapa Besar Angka Penjualannya”

Lagipula, coba pikir baik-baik. 

Kalau tidak jualan, bagaimana caranya uang masuk ke dalam bisnis? Pintu masuk uang ke dalam bisnis, ya lewat transaksi, lewat jualan, paham?

Guru Saya yang lain, berprofesinya sebagai Internet marketer berpesan “Bisnis itu masalah nya banyak, dan jika kamu di hadapakan oleh banyak masalah dalam bisnis, maka yang paling pertama harus diselesaikan adalah masalah penjualan. Karena ketika masalah penjualan selesai, biasanya masalah lainnya ikutan selesai”

Percuma jika bisnis kita memiliki tim yang hebat, produk yang bagus, sistem yang keren kalau gak ada penjualannya, hehehe. Dengan ini artinya, jelas sudah, posisi jualan sangat penting dalam sebuah bisnis

Jualan. . Inilah aktivitas yang membuat uang masuk rekening. Suka atau tidak suka kita harus menerima kenyataan bahwa bisnis bermasalah jika jualan bermasalah. Selain bisnis yang bermasalah, rekening juga bermasalah jika jualannya bermasalah, hehe.

Kesimpulannya, belajar jualan untuk kemajuan bisnis itu WAJIB. Teramat banyak bisnis yang tutup karena bermasalah di penjualannya. Anda gak mau kan bisnis nya tutup? Menariknya, penghasilan Anda akan naik sebanyak hasil jualan yang bisa Anda dapatkan. Asik kan?

Setelah membaca ini, Anda makin sadar belajar jualan itu penting.

Yang perlu di pahami bersama, Tidak ada orang yang tidak bisa jualan, semua orang bisa jualan. Jualan adalah skill, siapapun bisa melatihnya dengan bakat atau tanpa bakat. Ini hanya soal kemauan, mau atau tidak .

Sampai ketemu di dalam artikel  selanjutnya
www.igmabudi.blogspot.co.id
@dari berbagai sumber

Read more

Bagaimana menjadi pribadi yang Istimewa

“Kenapa kita mesti tertawa saat dapat berkat dan menangis saat diterjang derita? Ingatlah, jalanan yang lurus dan mulus tidak akan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat. Laut yang tenang tak akan melahirkan pelaut yang dahsyat. Padahal, Dia ingin kita menjadi pengemudi hebat dan pelaut dahsyat! Jadi, berkat dan derita, sama-sama istimewa bagi kita!”

Ini memang sudah sifat dasar manusia, “bawaan orok”: mau yang enak-enak dan enggan yang sebaliknya. Maunya menerima berkat namun menolak derita. Padahal, berkat dan derita itu ibarat dua sisi dari sebuah mata uang, two side of a coin! Jika demikian, bagaimana mungkin jika kita hanya mau salah satu sisinya belaka?

Sekarang kita tahu bahwa derita itu identic dengan berkat yang menyamar. Jika kita hanya tertawa pada saat mendapat berkat, sesungguhnya kita hanya mendapatkan setengah dari berkat sesungguhnya atau yang seharusnya kita dapat. Sebab, setengah lainnya “menyamar” dalam bentuk derita.

Dengan demikian, derita selayaknya diperlakukan dengan sikap mental yang sama seperti ketika kita mendapat berkat. Jika itu yang dilakukan, maka segenap derita justru akan membentuk dan mengembangkan kita untuk menjadi lebih matang, tangguh, istimewa, dan teruji. Ibarat pohon manga yang tumbuh sehat dan tinggi justru dengan dilukai batang pohonnya.

Derita seharusnya justru membuat kita jauh lebih terlatih menghadapi apa pun.

Tatkala akan menghadapi George Foreman, sang petinju legendaris, Muhammad Ali melakukan latihan khusus. Ia menyewa seorang petinju khusus untuk memukul perutnya. Sakit? Ya! Derita> Jangan Tanya lagi! Namun, kita semua tahu hasil akhir dari derita perut yang di alami Ali dalam latihannya. Ia menghancurkan George Foreman yang kelelahan memukuli perut Ali yang telah dilatih secara khusus. Inilah hukum keterujian (HK), yang tak bisa dimungkiri oleh siapa pun. Derita berbuah berkat, itulah inti dari prinsip ketiga ini!

Read more